Categories
Berita

Cara Mengatasi Hama Wereng

Cara Mengatasi Hama Wereng – Menurut catatan seperti yang di – ke mukakan oleh Soemartono So sro marsono, Guru Besar In sti – tut Pertanian Bogor (IPB), wereng batang cokelat (WBC) pernah menyerang pertani – an padi di Indonesia secara masif pada 1974, 1975, 1986, 1998, 2010, dan 2017. “Le dakan serangan WBC berpotensi me – nye babkan kehilangan hasil yang besar,” terangnya ketika menjadi pembicara kunci Seminar Nasional “Menemukan Kem – bali PHT Kita: Memu – tus Lingkaran Setan Le dakan Wereng Co – kelat dan Virus Padi” di kampus IPB, Bogor (22/3).

Serangan WBC yang pernah meng – ancam ketahanan pa ngan pada masa Orde Baru itu memi – cu kelahiran Instruksi Presiden (Inpres) No. 3 Tahun 1986. “Inpres ini berisi tentang pe – ningkatan pengendalian hama wereng cokelat pada tanaman padi,” jelas Ketua Perhimpunan Entimologi Indonesia, Dama yanti Buchori. Dan dari Inpres tersebut, terbentuklah kebijakan berdasarkan sains tentang perlindungan tanaman mengenai PHT yang tertuang dalam amanat Undang-Undang (UU) No. 12 tahun 1992. UU No.12/1992 itu berisi tentang sistem budidaya. Dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 6 tahun 1995 tentang perlindungan tanaman. “Instrumennya sudah jelas, tinggal bagai – mana kita memonitor dan melaksanakannya. Kalau dilanggar, harusnya sanksinya tegas,” paparnya.

Terapkan PHT

Pengendalian ledakan serangan hama dan penyakit harus dimulai dari keseimbangan lingkungan. Tahap pertama yang sangat ditekankan adalah tindakan peng – amatan dan pemantauan. Setelah itu, pe – ngendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dapat dilakukan secara fisik, mekanik, budidaya, biologi, ge netik, kimiawi dan cara lain sesuai perkembangan teknologi.

Dimulai dari pemilihan varietas. “Saat ini Balitbangtan telah merilis varietas padi yang tahan terhadap wereng Biotipe 1,2, dan 3 yaitu Inpari 13, Inpari 31, dan Inpari 33,” terang Fausiah T. Ladja, Kepala Loka Penelitian Penyakit Tungro di Sidrap, Sul – sel. Inpari 13, selain tahan wereng biotipe 1,2, dan 3, juga tahan terhadap blas ras 033, agak tahan blas ras 133, 073, dan 173. Untuk Inpari 31, juga tahan hawar daun bakteri patotipe 3, agak tahan hawar daun patotipe IV dan VIII, tahan blas ras 033, dan agak tahan blas ras 133. Dan untuk Inpari 33, tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe 3, agak tahan hawar daun bakteri patotipe VIII, tahan blas ras 073, dan agak tahan blas ras 033. Secara biologi, pengendalian dilakukan dengan pemanfaatan musuh alami. Se – rangga wereng mempunyai 79 jenis mu – suh alami, yaitu 37 predator, 34 parasitoid, dan 8 patogen. “Pengendalian ha – rus segera selesai pada generasi pertama. Paling lambat sampai generasi ke dua,” terang peneliti muda yang mendapat ge – lar Doktor di bidang Hama dan Penyakit Tanaman pada 2017 di IPB. Sebelum penanaman, pastikan sawah sudah disanitasi atau dibersihkan. Ke – mudian pertanaman dila – ku kan secara serentak. Fau siah merekomendasi – kan tanam serentak seluas 500 ha. Tujuannya, su – paya siklus hidup wereng terputus. Petani juga di – anjurkan menggunakan lampu 100 watt penjebak hama yang dipasang se – ki tar 150 m dari permuka – an tanah. “Hasil tangkap – an bisa mencapai 400 ribu ekor/malam,” terang – nya. Juga tanam bungabu nga penghasil madu atau refugia di sekitar sa – wah untuk menjaga mu – suh alami.

Pengendalian Kimiawi secara Bijak

Y. Andi Trisyono, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada (UGM) menyampaikan sejumlah fakta dari hasil penelitian. “Pernah ada penelitian me – nun jukkan aplikasi pestisida dosis rendah, parasitoid hampir mati 100% dan WBC mati 15%. Konsentrasi semakin diturunkan, parasitoid mati 80% tapi WBC tidak ada yang mati,” jelasnya. Namun dalam keadaan mewabah, lanjut Andi, pengendalian tidak mungkin tanpa pestisida. Menurut Arya Yudas, Marketing Mana – ger Dupont HSB, resurjensi disebabkan penggunaan pengendalian wereng yang kurang tepat. “Jangan menggunakan pes – ti sida yang tidak terdaftar,” sarannya. Peng gunaan pestisida juga tidak boleh berlebihan karena jika musuh alami mati maka keseimbangan ekologi akan terganggu. Petani harus rajin melakukan pengamatan. Jika hama menyerang tanaman padi berumur 2-3 minggu setelah tanam (MST), WBC bisa berkembang biak menjadi dua generasi. Tapi bila menyerang pa – da umur 5-6 MST, wereng hanya berkembang biak satu generasi dengan puncak populasi terjadi pada padi umur 9-10 MST. P e n g a m a t a n dilakukan minimal tiga hari se – kali.

Aplikasi in – sektisida di reko – mendasikan jika WBC terlihat se – ba nyak 3-5 ekor/ rumpun pada pa – di kurang dari 20 hari setelah ta – nam (HST), atau 5-9 ekor/rumpun pada padi berumur 20-40 HST, atau 10-20 ekor/ rumpun pada pa – di umur lebih dari 40 HST. Peng gu – naan pestisida ha – rus sesuain de – ngan anjuran. Pada JanuariApril 2018 ini, se – rangan WBC di dae rah endemis sudah menurun d i b a n d i n g k a n tahun sebelumnya. Agus Suryan – to, Senior Crop Manager PT Bina Guna Kimia, memaparkan, saat ini masih ada serangan di daerah Karawang bagian barat dan utara, Subang yang berbatasan dengan Karawang, dan sebagian Jember dan Banyuwangi. Serangan juga masih terdeteksi di Cilacap, hingga pantura Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro. “Tren nya berpindah ke arah timur. Per – batasan Cirebon dan Cilacap sudah ada serangan. Diprediksi meningkat di musim tanam kedua ini,” beber Agus. Selain pemilihan insektisida yang ter – daftar, petani juga dianjurkan untuk me – ningkatkan imunitas tanaman dengan pemberian nutrisi yang bagus. Juga, mem perbanyak unsur organik. Agus me – nyarankan, pengendalian vektor (WBC) virus kerdil ini dilakukan sejak persemai – an.

“Petani bisa mengaplikasikan insektisida berbahan aktif klotianidin 600 g/l, seperti Stargate 600SC,” sarannya. Insektisida tersebut bekerja secara sistemik dalam jaringan tanaman. Sehingga tepat diaplikasikan sebelum terjadi serangan WBC sejak persemaian. Kemudian, aplikasikan juga pada padi umur 10 HST dan 20 HST. “Dosis yang digunakan rendah, hanya 300 ml/ha,” terang Agus. Insektisida berbahan klotianidin 600 g/l ini tidak membunuh musuh alami dan resmi terdaftar di Kementan.

Categories
Home

Desain Dapur Mungil dan Simple

Desain Dapur Mungil dan Simple – S aat ini, tinggal di hunian yang berukuran kecil menjadi pilihan bagi sebagian orang. Ukuran yang terbatas tentu memberikan tantangan tersendiri dalam menata rumahnya agar tetap nyaman ditinggali. Begitu pun saat menata dapur. Selain desain dan tata letak kitchen set, yang tidak boleh terlewatkan adalah pemilihan perabot dapur yang tepat. Dengan ukuran ruang yang terbatas, kita tidak dapat sembarangan memilih perabotan dapur. Sedapat mungkin pilih perabotan dengan ukuran yang juga kecil. Beberapa produsen kini mengeluarkan beragam perabot dapur dengan ukuran yang mungil. Dengan banyaknya pilihan, kita tetap dapat menata dapur secara maksimal meskipun luas dapurnya terbatas. Misalnya untuk kompor. Kompor 2 tungku kini tidak sekadar sarana untuk memasak saja. Dengan ukuran yang kecil dan tampilan yang modern, harapan kita akan dapur yang cantik kini dapat terpenuhi. Begitupun dengan aneka perabot lainnya seperti kulkas, cookerhood, sink, hingga kabinet dapur. Aneka perabotan tersebut kini banyak yang diproduksi dengan ukuran mungil, sebagai jawaban atas kebutuhan-kebutuhan akan perabotan yang kompak dengan hunian dengan luas terbatas.

Pilihan Perabot

Sebagai salah satu produsen yang berkomitmen pada kitchen ware, Modena kini mengeluarkan aneka perabot dapur berukuran mungil. Hal tersebut merupakan bentuk komitmen akan kehidupan yang kian modern, serta jawaban atas tren bertempat tinggal di hunian berukuran kecil. Misalnya untuk tungku kompor. Kini tungku mungil bukan hanya sekadar yang memiliki 2 tungku, kompor dengan 4 tungku pun sekarang juga tersedia dengan ukuran yang kecil. Tidak hanya sebatas kompor, hal tersebut juga berlaku untuk aneka perabot lainnya.

Bagaimana tampilan dapur Anda saat ini? Adakah barang yang tergeletak tidak pada tempatnya? Atau area simpan sudah penuh semua? Dapur adalah tempat memasak dan menyajikan makanan. Namun dalam prosesnya, butuh banyak barang untuk menyiapkan makanan. Mulai dari bahan makanan, perabot masak, bumbu, atau perangkat saji. Banyaknya keperluan yang mesti disimpan membuat sebuah dapur kerap berantakan. Manajemen ruang simpan pun mutlak dilakukan. Sebelum membangun sebuah dapur, sebaiknya Anda menentukan kegiatan yang akan diwadahi. Seberapa sering Anda akan memasak? Berapa jumalah penghuni rumah yang sering makan bersama? Adakah acara jamuan makan besar yang rutin dilakukan? Intensitas dan kuantitas memasak akan mempengaruhi yang jumlah dan ukuran perabot yang akan Anda simpan. Imbas lainnya, jumlah, ukuran, dan bentuk ruang simpan juga harus meyesuaikan. Misalnya, Anda kerap menggunakan wajan penggorengan dibandingkan panci untuk merebus. Maka, penempatan wajan harus diarea yang mudah dijangkau. Untuk mempermudah pembagian klaster perabot dan barang yang akan disimpan, berikut pembagiannya B agaimana tampilan dapur Anda saat ini? Adakah barang yang tergeletak tidak pada tempatnya? Atau area simpan sudah penuh semua? Dapur adalah tempat memasak dan menyajikan makanan. Namun dalam prosesnya, butuh banyak barang untuk menyiapkan makanan. Mulai dari bahan makanan, perabot masak, bumbu, atau perangkat saji. Banyaknya keperluan yang mesti disimpan membuat sebuah dapur kerap berantakan.

Manajemen ruang simpan pun mutlak dilakukan. Sebelum membangun sebuah dapur, sebaiknya Anda menentukan kegiatan yang akan diwadahi. Seberapa sering Anda akan memasak? Berapa jumalah penghuni rumah yang sering makan bersama? Adakah acara jamuan makan besar yang rutin dilakukan? Intensitas dan kuantitas memasak akan mempengaruhi yang jumlah dan ukuran perabot yang akan Anda simpan. Imbas lainnya, jumlah, ukuran, dan bentuk ruang simpan juga harus meyesuaikan. Misalnya, Anda kerap menggunakan wajan penggorengan dibandingkan panci untuk merebus. Maka, penempatan wajan harus diarea yang mudah dijangkau. Untuk mempermudah pembagian klaster perabot dan barang yang akan disimpan, berikut pembagiannya

1. Bumbu masak (bawang merah, bawang putih, dan palawija) Tempatkan bumbu masak di wadah tertutup agar dapur tak bau. Letakan wadah di kabinet atas untuk menghindari tempat lembap.

2. Minyak, bumbu masak, dan makanan instan Anda bisa menempatkan stok minyak goreng dan bumbu instan berdekatan dengan kompor. Tempatkan di area yang mudah terjangkau.

3. Sendok, garpu Wadah tabung di atas meja lebih memudahkan saat pemakaian atau pasca dicuci.

4. Pisau, spatula Seringnya pemakaian, penempatan dengan cara digantung bisa jadi pilihan.

5. Tabung gas Agar tak repot memasukan tabung gas dalam kabinet, Anda bisa membuat papan beroda sebagai landasan tabung. Saat akan mengganti, cukup tarik tabung keluar kabinet.

6. Stok sabun cuci, tisu, dan pembersih dapur Optimalkan area bawah wastafel untuk perabot pembersih, sabun cuci, tisu, dan kain lap meja.

7. Piring, mangkuk, gelas Pilihan kabinet dengan laci bisa jadi solusi untuk menempatkan peralatan lebih rapi. Anda juga bisa menempatkan rak piring di atas ambalan untuk meniriskan perabot setelah dicuci.

8. Panci, wajan, nampan Cocok ditempatkan di kabinet bawah agar mudah dijangkau.

9. Beras Karena beban yang berat, Anda bisa meletakan beras di kabinet bawah.

10. Blender, foodprocessor Anda bisa meletakan perangkat yang jarang di kabinet atas. Namun, pastikan lebih dulu kabinet mampu disangga kabinet.

11. jangan lupa siapkan pula genset jakarta yang berkualitas dan bergaransi. Peran genset adalah sebagai sumber listrik cadangan saat terjadi mati listrik di rumah anda. genset akan mengaliri listrik sehingga kegiatan memasak di dapur tidak terganggu