Time Out Dalam Parenting

sat-jakarta.com – Ledakan emosi atau tantrum kerap terjadi pada anak balita. Kapan saja dan di mana saja, mereka bisa tiba-tiba berperilaku buruk, menangis histeris, membentak-bentak, bahkan sampai menyakiti diri sendiri. Orangtua pun sering kehabisan akal menangani perilaku ini. Hasilnya sering kali menyebabkan konflik berlanjut antara anak dan orangtua daripada menyelesaikan masalah.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di jakarta

Untuk menangani anak tantrum, Mama Papa boleh membaca buku ini, yang lengkap mengulas seluk-beluk pemahaman, serta teknik mempraktikkan time out bagi orangtua untuk membimbing pengendalian emosi dan menanamkan perilaku baik kepada anak dalam berbagai kondisi. Ditulis oleh duo pendiri dan pengelola Rumah Parenting yang semoga dapat memberikan solusi bagi Mama Papa.

Awas Bayi Jenius

Cerita tentang Katie Carew atau Katie Kazoo terus berlanjut. Katie yang ingin berubah menjadi bukan sebagai dirinya terusmenerus terjadi, padahal dia sudah tak menghendakinya lagi. Hal ini terjadi di rumah Suzanne. Saat itu Suzanne tak diizinkan menonton film Tornado. Mama memintanya menjaga Heather, adik bayinya. Padahal Kattie dan anjingnya, Pepper, beserta Jeremy sudah menjemputnya.

Acara menonton dibatalkan, mereka pun menjaga Heather bersama-sama. Tiba-tiba Heather menangis keras. Suzanne membagi tugas, ia mengambil celemek, Jeremy mengambil botol susu, dan Katie menjaga Heather. Lalu kejadian aneh menimpa Katie, muncul angin yang tak biasa bertiup kencang, mengelilingi Katie. Tiba-tiba Katie berubah menjadi bayi “Heather.”

Bayi Heather pun berubah cerdas, lancar berbicara padahal baru berusia 3 bulan. Jeremy menulis kecerdasan Heather di surat kabar 3A di sekolah sehingga terciptalah kehebohan. Temanteman Katie dan Suzanne ingin melihat langsung.

40 Resep Masakan Ayam Mancanegara

Rasa yang enak, mudah didapat, harga yang terjangkau, dan yang terpenting mudah diolah, menjadikan ayam paling banyak dipilih oleh sebagian besar masyarakat Indonesia sebagai bahan masakan. Dibandingkan dengan daging sapi, kambing, atau bahkan ikan, mengolah ayam lebih praktis, cepat, dan jarang sekali mengalami kegagalan.

Selain itu, ayam bisa diolah menjadi berbagai macam hidangan lezat. Ada 40 macam hidangan berbahan dasar ayam, yang berasal dari berbagai negara dengan cara pengolahan dan rasa yang khas. Resep-resep dalam buku ini menggunakan bahanbahan yang mudah didapat dan bisa dipraktikkan oleh siapa saja.

Dengan mengikuti tahap demi tahap resep di buku ini, Mama dapat menyajikan hidangan lezat ala restoran di rumah, di antaranya: Ayam Goreng Lada Szechuan, Ngohiong Ayam Tabur Kremes, dan Ayam ala BonChon, bahkan bisa membuat sendiri Nugget Ayam, Chicken Katsu, Bakso Ayam, dan Chicken Strips seperti yang tersedia di resto cepat saji.

Trimester Akhir Yang Berisiko

Menentukan waktu cuti memang selalu memberikan tantangan tersendiri. Tak lain karena mama ingin memberikan ASI eksklusif dan bisa selama mungkin memonitor dan menstimulasi perkembangan bayinya. Namun, apa boleh buat… “Cuti sebaiknya diambil 6 minggu sebelum dan 6 minggu sesudah persalinan,” kata dr. Eka Putra Agung Raharja SpOG, menegaskan. Mengapa? “Apabila cuti baru diambil pada hari saat bersalin maka mama tidak punya cukup waktu guna mempersiapkan fisik dan mentalnya dalam menghadapi proses persalinan. Apalagi mama yang baru pertama kali akan melahirkan.”

Disamping itu beban fisik mama hamil (mamil) pada usia kehamilan 34 minggu cukup berat, apabila ditambah dengan kegiatan fisik dan beban kerja yang berat. Memang benar, sering waktu para Ibu memilih untuk cuti pada hari yang telah diperkirakan kapan akan bersalin. Dengan tujuan agar dapat lebih lama untuk bersama dengan bayinya pasca persalinan. “Namun justru 6 minggu sebelum persalinan itulah saat yang tepat untuk melakukan persiapan yang baik dalam menghadapi persalinan,”tambah Eka.

Sehubungan dengan manajemen cuti hamil dan bersalin ini, Eka mengingatkan, “Trimester terakhir dari suatu kehamilan merupakan saat-saat yang sangat penting diperhatikan mengingat di masa ini sering terjadi masalah komplikasi kehamilan. Misalnya pre-eklamsia, penyakit jantung dalam kehamilan, ketuban pecah dini dan sebagainya. Komplikasi juga kerap terjadi saat pasca  persalinan terutama selama masa nifas (lebih  kurang sampai 40 hari pascapersalinan).

Untuk itu diperlukan waktu yang cukup bagi mamil untuk lebih memerhatikan kesehatan.” Cuti 6 minggu sebelum persalinan diyakini Eka dapat mendorong mamil menghadiri kelas prapersalin an atau antenatal di rumah sakit. Di situ mamil diberi pemahaman tentang bagaimana bagaimana menghadapi persalinan, berlatih disik dengan senam hamil, belajar cara memberikan ASI Eksklusif, apa yang harus dilakukan apabila ada permasalahan dengan ASI, dan sebagainya. “Dengan demikian mamil jadi lebih siap. Rasa percaya diri dan kesiapan mental menghadapi persalinan akan mengurangi angka kejadian ‘baby blues’.”

Setelah persalinan, mama akan mengurus bayi sampai mereka tumbuh dewasa dan waktunya bersekolah. Di saat inilah waktu yang tepat untuk memberikannya pelatihan bahasa di tempat kursus bahasa Perancis di Jakarta.