Categories
Berita

Belanja Asyik Untuk Smart Shopper

Tangcity Mall selalu memberikan sesuatu yang baru dan menyenangkan, terlebih soal belanja dan memanjakan para smart shopper-nya. Dengan ribuan tenant yang telah buka dan lengkap, berbelanja kini semakin asyik dengan digelarnya program belanja SHOPAHOLIC pada 17 April hingga 14 Juni 2015. Kesempatan mengumpulkan struk dan mengoleksi hadiah-hadiah limited edition dari SHOPAHOLIC tentunya dapat dinikmati seluruh kalangan. Dari makan bersama keluarga dalam kategori Food, berbelanja koleksi busana terbaru di kategori Fashion, menikmati tontonan di XXI ataupun fi tness di kategori Lifestyle, hingga meng-update diri dalam kategori Electronic & Gadget.

SHOPAHOLIC juga memberikan lebih banyak kesempatan bagi para smart shopper membawa pulang hadiah. Seperti double passport stamp hanya dengan berbelanja minimal Rp150 ribu pada Payday Special di setiap tanggal 25 hingga tanggal 5 setiap bulannya. Serunya berbelanja sambil mengoleksi hadiah limited edition yang berbeda dalam tiap digelarnya SHOPAHOLIC juga muncul selama Fashion Mid Week Bazaar (6—9 Mei dan 3—6 Juni) dan Fashion Mid Week Show (8—9 Mei dan 5—6 Juni) yang mengha dirkan peragaan koleksi busana tenant terfavorit. Tangcity Mall juga mem berikan kesempatan lebih besar untuk mengumpulkan hadiah dengan triple stamp selama Fashion Mid Week berlangsung.

“SHOPAHOLIC rewards selalu menarik untuk para smart shopper karena dapat merasakan sensasi berbelanja yang menyenangkan sekaligus tak terlupakan dalam setiap SHOPAHOLIC,” kata building manager Tangcity Mall. Wina Andriyani. Ayo, koleksi hadiah-hadiah limited edition SHOPAHOLIC dari mug special edition Tangcity Mall, cosmetic pouch, folded travel tote bag, rubbermaid shaker bottle, hingga backpack keren yang cocok digunakan berpergian.

Categories
Berita

Cara Mengatasi Hama Wereng

Cara Mengatasi Hama Wereng – Menurut catatan seperti yang di – ke mukakan oleh Soemartono So sro marsono, Guru Besar In sti – tut Pertanian Bogor (IPB), wereng batang cokelat (WBC) pernah menyerang pertani – an padi di Indonesia secara masif pada 1974, 1975, 1986, 1998, 2010, dan 2017. “Le dakan serangan WBC berpotensi me – nye babkan kehilangan hasil yang besar,” terangnya ketika menjadi pembicara kunci Seminar Nasional “Menemukan Kem – bali PHT Kita: Memu – tus Lingkaran Setan Le dakan Wereng Co – kelat dan Virus Padi” di kampus IPB, Bogor (22/3).

Serangan WBC yang pernah meng – ancam ketahanan pa ngan pada masa Orde Baru itu memi – cu kelahiran Instruksi Presiden (Inpres) No. 3 Tahun 1986. “Inpres ini berisi tentang pe – ningkatan pengendalian hama wereng cokelat pada tanaman padi,” jelas Ketua Perhimpunan Entimologi Indonesia, Dama yanti Buchori. Dan dari Inpres tersebut, terbentuklah kebijakan berdasarkan sains tentang perlindungan tanaman mengenai PHT yang tertuang dalam amanat Undang-Undang (UU) No. 12 tahun 1992. UU No.12/1992 itu berisi tentang sistem budidaya. Dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 6 tahun 1995 tentang perlindungan tanaman. “Instrumennya sudah jelas, tinggal bagai – mana kita memonitor dan melaksanakannya. Kalau dilanggar, harusnya sanksinya tegas,” paparnya.

Terapkan PHT

Pengendalian ledakan serangan hama dan penyakit harus dimulai dari keseimbangan lingkungan. Tahap pertama yang sangat ditekankan adalah tindakan peng – amatan dan pemantauan. Setelah itu, pe – ngendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dapat dilakukan secara fisik, mekanik, budidaya, biologi, ge netik, kimiawi dan cara lain sesuai perkembangan teknologi.

Dimulai dari pemilihan varietas. “Saat ini Balitbangtan telah merilis varietas padi yang tahan terhadap wereng Biotipe 1,2, dan 3 yaitu Inpari 13, Inpari 31, dan Inpari 33,” terang Fausiah T. Ladja, Kepala Loka Penelitian Penyakit Tungro di Sidrap, Sul – sel. Inpari 13, selain tahan wereng biotipe 1,2, dan 3, juga tahan terhadap blas ras 033, agak tahan blas ras 133, 073, dan 173. Untuk Inpari 31, juga tahan hawar daun bakteri patotipe 3, agak tahan hawar daun patotipe IV dan VIII, tahan blas ras 033, dan agak tahan blas ras 133. Dan untuk Inpari 33, tahan terhadap hawar daun bakteri patotipe 3, agak tahan hawar daun bakteri patotipe VIII, tahan blas ras 073, dan agak tahan blas ras 033. Secara biologi, pengendalian dilakukan dengan pemanfaatan musuh alami. Se – rangga wereng mempunyai 79 jenis mu – suh alami, yaitu 37 predator, 34 parasitoid, dan 8 patogen. “Pengendalian ha – rus segera selesai pada generasi pertama. Paling lambat sampai generasi ke dua,” terang peneliti muda yang mendapat ge – lar Doktor di bidang Hama dan Penyakit Tanaman pada 2017 di IPB. Sebelum penanaman, pastikan sawah sudah disanitasi atau dibersihkan. Ke – mudian pertanaman dila – ku kan secara serentak. Fau siah merekomendasi – kan tanam serentak seluas 500 ha. Tujuannya, su – paya siklus hidup wereng terputus. Petani juga di – anjurkan menggunakan lampu 100 watt penjebak hama yang dipasang se – ki tar 150 m dari permuka – an tanah. “Hasil tangkap – an bisa mencapai 400 ribu ekor/malam,” terang – nya. Juga tanam bungabu nga penghasil madu atau refugia di sekitar sa – wah untuk menjaga mu – suh alami.

Pengendalian Kimiawi secara Bijak

Y. Andi Trisyono, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada (UGM) menyampaikan sejumlah fakta dari hasil penelitian. “Pernah ada penelitian me – nun jukkan aplikasi pestisida dosis rendah, parasitoid hampir mati 100% dan WBC mati 15%. Konsentrasi semakin diturunkan, parasitoid mati 80% tapi WBC tidak ada yang mati,” jelasnya. Namun dalam keadaan mewabah, lanjut Andi, pengendalian tidak mungkin tanpa pestisida. Menurut Arya Yudas, Marketing Mana – ger Dupont HSB, resurjensi disebabkan penggunaan pengendalian wereng yang kurang tepat. “Jangan menggunakan pes – ti sida yang tidak terdaftar,” sarannya. Peng gunaan pestisida juga tidak boleh berlebihan karena jika musuh alami mati maka keseimbangan ekologi akan terganggu. Petani harus rajin melakukan pengamatan. Jika hama menyerang tanaman padi berumur 2-3 minggu setelah tanam (MST), WBC bisa berkembang biak menjadi dua generasi. Tapi bila menyerang pa – da umur 5-6 MST, wereng hanya berkembang biak satu generasi dengan puncak populasi terjadi pada padi umur 9-10 MST. P e n g a m a t a n dilakukan minimal tiga hari se – kali.

Aplikasi in – sektisida di reko – mendasikan jika WBC terlihat se – ba nyak 3-5 ekor/ rumpun pada pa – di kurang dari 20 hari setelah ta – nam (HST), atau 5-9 ekor/rumpun pada padi berumur 20-40 HST, atau 10-20 ekor/ rumpun pada pa – di umur lebih dari 40 HST. Peng gu – naan pestisida ha – rus sesuain de – ngan anjuran. Pada JanuariApril 2018 ini, se – rangan WBC di dae rah endemis sudah menurun d i b a n d i n g k a n tahun sebelumnya. Agus Suryan – to, Senior Crop Manager PT Bina Guna Kimia, memaparkan, saat ini masih ada serangan di daerah Karawang bagian barat dan utara, Subang yang berbatasan dengan Karawang, dan sebagian Jember dan Banyuwangi. Serangan juga masih terdeteksi di Cilacap, hingga pantura Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro. “Tren nya berpindah ke arah timur. Per – batasan Cirebon dan Cilacap sudah ada serangan. Diprediksi meningkat di musim tanam kedua ini,” beber Agus. Selain pemilihan insektisida yang ter – daftar, petani juga dianjurkan untuk me – ningkatkan imunitas tanaman dengan pemberian nutrisi yang bagus. Juga, mem perbanyak unsur organik. Agus me – nyarankan, pengendalian vektor (WBC) virus kerdil ini dilakukan sejak persemai – an.

“Petani bisa mengaplikasikan insektisida berbahan aktif klotianidin 600 g/l, seperti Stargate 600SC,” sarannya. Insektisida tersebut bekerja secara sistemik dalam jaringan tanaman. Sehingga tepat diaplikasikan sebelum terjadi serangan WBC sejak persemaian. Kemudian, aplikasikan juga pada padi umur 10 HST dan 20 HST. “Dosis yang digunakan rendah, hanya 300 ml/ha,” terang Agus. Insektisida berbahan klotianidin 600 g/l ini tidak membunuh musuh alami dan resmi terdaftar di Kementan.