Categories
Parenting

Trimester Akhir Yang Berisiko

Menentukan waktu cuti memang selalu memberikan tantangan tersendiri. Tak lain karena mama ingin memberikan ASI eksklusif dan bisa selama mungkin memonitor dan menstimulasi perkembangan bayinya. Namun, apa boleh buat… “Cuti sebaiknya diambil 6 minggu sebelum dan 6 minggu sesudah persalinan,” kata dr. Eka Putra Agung Raharja SpOG, menegaskan. Mengapa? “Apabila cuti baru diambil pada hari saat bersalin maka mama tidak punya cukup waktu guna mempersiapkan fisik dan mentalnya dalam menghadapi proses persalinan. Apalagi mama yang baru pertama kali akan melahirkan.”

Disamping itu beban fisik mama hamil (mamil) pada usia kehamilan 34 minggu cukup berat, apabila ditambah dengan kegiatan fisik dan beban kerja yang berat. Memang benar, sering waktu para Ibu memilih untuk cuti pada hari yang telah diperkirakan kapan akan bersalin. Dengan tujuan agar dapat lebih lama untuk bersama dengan bayinya pasca persalinan. “Namun justru 6 minggu sebelum persalinan itulah saat yang tepat untuk melakukan persiapan yang baik dalam menghadapi persalinan,”tambah Eka.

Sehubungan dengan manajemen cuti hamil dan bersalin ini, Eka mengingatkan, “Trimester terakhir dari suatu kehamilan merupakan saat-saat yang sangat penting diperhatikan mengingat di masa ini sering terjadi masalah komplikasi kehamilan. Misalnya pre-eklamsia, penyakit jantung dalam kehamilan, ketuban pecah dini dan sebagainya. Komplikasi juga kerap terjadi saat pasca  persalinan terutama selama masa nifas (lebih  kurang sampai 40 hari pascapersalinan).

Untuk itu diperlukan waktu yang cukup bagi mamil untuk lebih memerhatikan kesehatan.” Cuti 6 minggu sebelum persalinan diyakini Eka dapat mendorong mamil menghadiri kelas prapersalin an atau antenatal di rumah sakit. Di situ mamil diberi pemahaman tentang bagaimana bagaimana menghadapi persalinan, berlatih disik dengan senam hamil, belajar cara memberikan ASI Eksklusif, apa yang harus dilakukan apabila ada permasalahan dengan ASI, dan sebagainya. “Dengan demikian mamil jadi lebih siap. Rasa percaya diri dan kesiapan mental menghadapi persalinan akan mengurangi angka kejadian ‘baby blues’.”

Setelah persalinan, mama akan mengurus bayi sampai mereka tumbuh dewasa dan waktunya bersekolah. Di saat inilah waktu yang tepat untuk memberikannya pelatihan bahasa di tempat kursus bahasa Perancis di Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *